Dalam tolong-menolong sehari-hari, bantuan yang tepat bukan selalu yang paling besar. Yang perlu dipastikan ialah apakah bentuknya sesuai dengan kebutuhan dan tetap memberi ruang bagi penerimanya untuk memilih. BAIM77 mengangkat dua hal sederhana: kapan bantuan layak ditawarkan dan bagaimana menghormati jawaban orang yang menerimanya.
BAIM77: Kebaikan kecil lebih tepat sasaran
Perilaku prososial adalah tindakan yang bertujuan memberi manfaat kepada orang lain atau masyarakat. Bentuknya dapat berupa membantu, berbagi, berdonasi, bekerja sama, dan menjadi sukarelawan [1]. Ragam ini menunjukkan bahwa tolong-menolong tidak harus berarti mengambil alih urusan orang lain. Berbagi sesuatu atau menawarkan untuk mengerjakan satu bagian bersama juga bisa menjadi pilihan.
Cakupannya bahkan meliputi mematuhi aturan sosial, dengan contoh berhenti di tanda berhenti atau membayar belanjaan [1]. Ini memberi sudut pandang yang lebih luas tentang kontribusi sehari-hari: ada kalanya seseorang membantu bukan dengan tindakan besar, melainkan dengan menjalankan bagiannya secara tertib.
Kenali kebutuhan sebelum menentukan bantuan
Mulailah dari hal yang jelas: apakah orang itu meminta bantuan, menyebut bagian yang terasa sulit, atau membutuhkan sesuatu yang bisa kamu tawarkan? Jika kebutuhannya belum terang, bertanya lebih baik daripada langsung memutuskan apa yang seharusnya ia perlukan. Kalimat seperti "Bagian mana yang bisa kubantu?" memberi kesempatan kepada penerima untuk menjelaskan pilihannya.
Contoh hipotetis: jika seseorang tampak kesulitan membawa beberapa barang, kamu bisa menawarkan untuk membawakan satu barang, lalu menunggu jawabannya. Ia mungkin menerima tawaran itu, meminta bantuan yang berbeda, atau menolak. Dalam tiap kemungkinan, biarkan jawabannya menentukan langkah berikutnya.
Hormati pilihan, termasuk penolakan
Perilaku prososial dapat didorong oleh empati dan kepedulian terhadap kesejahteraan serta hak orang lain. Motifnya juga bisa bersifat praktis, seperti harapan akan reputasi atau timbal balik [1]. Apa pun alasan seseorang menawarkan bantuan, menghormati hak dan pilihan penerima berarti tidak mengubah tawaran menjadi keputusan sepihak.
Jika bantuan diterima dengan batas tertentu, ikuti batas itu. Jika ditolak, jangan terus mendesak atau membuat penerima merasa harus memberi alasan. Bila yang mampu kamu tawarkan hanya satu bentuk bantuan, jelaskan dengan sederhana; penerima tetap berhak menentukan apakah tawaran itu sesuai baginya.
Kebaikan kecil lebih tepat sasaran ketika kebutuhannya dibicarakan dan pilihan penerima tetap dihormati. Kadang langkah yang membantu adalah melakukan bagian yang disepakati; kadang, cukup menerima jawaban "tidak".
Sumber
- [1] Wikipedia bahasa Indonesia β Perilaku prososial. https://id.wikipedia.org/w/index.php?oldid=29437365&title=Perilaku_prososial (diakses 2026-10-02).